SITUS TAMBORA

Filter Post

SITUS TAMBORA


Situs Tambora merupakan suatu kawasan situs arkeologi yang terletak di Pulau Sumbawa, secara administratif termasuk dalam Kabupaten Bima Propinsi Nuasa Tenggara Barat. Situs ini terletak antara 8°10'23.24"LS - 117°50'54.76"BT pada ketinggian 634 mdpl. Wilayah Kecamatan Tambora mempunyai luas 505 km2. Pada tahun 2013 tim penelitain Balai Arkeologi Bali melakukan survei dan ekskavasi di kawasan Situs Tambora. Survei dilakukan di Labuan Kananga, Kawinda Nae, Mpode, Sori Panihi, Pekat Km 16, Pekat Km 17, Pekat Km 15 (Karombo Lako), Desa Pekat, Doro Peti,  dan Oi Odo-Doro Canga. Hasil ekskavasi pada kotak T13 S4 ditemukan sejumlah komponen bangunan biologis berupa bambu utuh maupun yang dibelah serta fragmen bambu yang ujungnya diruncingkan. Selain itu ditemukan batu andesit diduga sebagai batu umpak, yang merupakan satu kesatuan dari komponen bangunan lainya. Temuan berupa anyaman pandan juga terdapat di dekat komponen bangunan. Pada lapisan G (lempung) juga ditemukan tulang-tulang binatang dan pecahanpecahan kereweng,  keramik serta mata cu’a (sejenis linggis). Cu’a merupakan salah satu alat pertanian sejenis linggis yang sampai saat ini lazim digunakan para petani diwilayah ini. Temuan ini menujukan bahwa maysarakat di sekitar Sori Sumba bermatapencaharian berkebun atau pertanian kering. Bukti yang memperkuat hal tersebut adalah dengan ditemukannya biji-biji kopi yang terarangkan. 

 

Pada tahun 2014 tim penelitian di kawasan Tambora difokuskan di kawasan Sori Sumba di Dusun Tambora Desa Oi Bura. Sedangkan kegiatan survei dilakukan di sekitar Labuhan Kananga, Kawinda Nae, Sori Panihi, Mpode dan Katupa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bp.Hj. Masangan, menyebutkan bahwa pada saat beliau menjabat sebagai direktur Road and Construction PT. Veneer, pada saat pembukaan jalan logging mulai dari Km 15 – 17 banyak ditemukan barang-barang seperti keris, tombak, cangkir, piring, cincin dan lain-lain.  Informasi tersebut terbukti setelah dilakukan survey di sekitar Sumber Rejo sampai Karombo Lako (Km 15) merupakan daerah yang dicurigai sebagai kawasan permukiman.Berdasarkan hasil survei terdapat temuan permukaan berupa pecahan kereweng di sepanjang bekas jalan logging dan jalan-jalan perambah hutan yang tersebar maupun yang terkonsentrasi. Diantara pecahan kereweng tersebut ada diantaranya kereweng dengan slip merah, yang merupakan bukan produk lokal. Pada kawasan ini juga ditemukan pecahan keramik, namun karena beberapa pertimbangan menyangkut keberadaan lokasi ini, tidak dimungkinkan melakukan ekskavasi pada tahap ini.

 

Penelitian di Situs Tambora tahun 2015 dilaksanakan dengan agenda ekskavasi dan survei. Hasil ekskavasi memperlihatkan kembali bukti-bukti peradaban di sekitar Gunung Tambora berupa bekas pagar, pecahan keramik dan tembikar serta fragmen tulang binatang. Dari kegiatan survei yang dilakukan berhasil menemukan bekas benteng tradisional yang terletak dekat pantai di sekitar Ndoro Canga, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Hasil survei sampai pada tahapan penelitian kali ini, menunjukkan tempat-tempat dimana terdapat bekas tinggalan budaya peradaban di kawasan Tambora. Tentunya hal ini merupakan potensi sumberdaya budaya yang dapat dikembangkan dalam rangkaian mengungkap peradaban Tambora. Sejumlah temuan pecahan keramik dan gerabah, fragmen logam, fragmen tulang binatang dan bekas pagar menggambarkan kehidupan masyarakat pendukung masa itu termasuk tipe agraris,  termasuk juga beternak dan berburu hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tersedianya sumber air dan tanah yang subur menjadi faktor penting untuk sebuah komunitas, disamping itu mereka juga telah mengadakan kontak untuk perdagangan yang tidak terbatas daerah lokal saja namun juga antar pulau di Nusantara bahkan luar negeri.

 

Ditulis oleh: I Putu Yuda Haribuana

Similar Research

SITUS PRASEJARAH GILIMANUK

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More

SITUS GUA GEDE

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More

TINGGALAN MEGALITIK DI KECAMATAN WOHA, NTB

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More

PENELITIAN PRASASTI JIKEN SATRA

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More