SITUS DORO BENTE

Filter Post

SITUS DORO BENTE


Situs Doro Bente terletak antara 8º24.014' - 8º23.999'LS dan 117º57.578' - 118º7.197' BT. Situs Doro Bente adalah bentukan lahan vulkanik berupa kawah kerucut parasit di kawasan Gunung Tambora. Luas terluar Doro Bente 12.04 Ha dan luas area kawah 5.06 Ha. Bentuknya jika diperhatikan dari hasil foto udara, berbentuk bulan sabit melandai ke arah selatan dengan kemiringan ± 10°. Pada tahun 2016 dilakukan ekskavasi dan survei lebih mendalam di sekitar Doro Bente. Dari hasil ekskavasi uji coba (test spit) yang dibuka sebanyak 3 buah kotak,  berhasil menemukan tinggalan berupa pecahan keramik, gerabah, sisa tulang binatang, mata panah berbahan logam dan sejenis gacuk yang terbuat dari batuapung.  Bukti-bukti sebaran adanya permukiman lama di kawasan Tambora berhasil diungkap pada penelitian tahap ini. Data kartografis dan pendukung lainnya memperlihatkan indikasi adanya permukiman di lereng sebelah selatan Gunung Tambora antara Doro Peti, Doro Ncanga dan Doro Bente dapat dibuktikan dengan data artefaktual.  Penelitian arkeologis di bagian selatan Gunung Tambora ini merupakan langkah awal untuk mengungkap lebih banyak tentang peradaban di Kawasan Tambora. Dapat disimpulkan lebih lanjut bahwa terdapat kesamaan tentang ciri-ciri dan ragam data artefaktual dengan yang ditemukan di Situs Tambora Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Namun diperlukan penelitian lebih intensif untuk dapat memperkuat bukti bahwa daerah ini adalah suatu wilayah permukiman.

 

Tahun 2017 kegiatan ekskavasi di Situs Doro Bente dilakukan dengan membuka dua kotak test pit yaitu Kotak TP4 dan TP5. Selain melakukan ekskavasi juga dilakukan survei di sekitar kawasan Doro Bente dan Doro Tabe. Dari hasi ekskavasi pada kedua kotak tersebut diatas, berhasil menemukan tinggalan berupa pecahan keramik, gerabah, cangkang gastropoda dan pelecypoda, sisa tulang binatang, fragmen tanduk rusa, gigi,  fragmen logam, manik-manik tanah liat, dan batu pipisan. Secara umum batuan penyusun situs ini adalah jatuhan piroklastik yang berlapis tipis berukuran abu, sehingga pada dindingnya memiliki morfologi yang berlapis-lapis. Pada bagian dalam bekas kawah terdapat suatu dataran dengan ketinggian 22 mdpl, sedangkan puncak tertingi Dorobente terletak pada ketinggian 77 mdpl. Secara keseluruhan dataran yang landai di dasar bekas kawah seluas 4,2 Ha. Disamping itu, hasil survei yang dilakukan pada tahun ini berhasil menemukan lokasi atau lahan yang dicurigai sebagai permukiman lama di luar Doro Bente mengarah ke utara.

 

Pada penelitian yang dilakukan tahun 2018 menemukan bukti-bukti arkeologis seperti pecahan gerabah, pecahan keramik, cangkang Pelecypoda dan Gastropoda, fragmen tulang binatang-tanduk (sapi atau kerbau, babi dan rusa) manik- manik tanah liat, cincin perunggu, bandul kalung kerang, bandul atau pemberat dari batu. Jika dibandingkan dengan temuan pada tahap sebelumnya, tahap III lebih bervariasi dan dapat menjadi indikasi adanya permukiman berlanjut dari masa prasejarah. Jika dibandingkan dengan temuan pada tahap I dan II, temuan saat ini lebih bervariasi yang ditunjukkan oleh temuan cincin dan bandul kalung dari kerang. Sisa-sisa aktivitas budaya tersebut menunjukan adanya subsistensi dengan memanfaatkan sumberdaya alam di sekitarnya.

 

Ditulis oleh: I Putu Yuda Haribuana

Similar Research

SITUS PRASEJARAH GILIMANUK

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More

SITUS GUA GEDE

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More

TINGGALAN MEGALITIK DI KECAMATAN WOHA, NTB

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More

PENELITIAN PRASASTI JIKEN SATRA

July 19, 2019

UNDER MAINTENANCE

Read More