PENELITIAN ARKEOLOGI DI KABUPATEN BANGLI

Saring Konten

PENELITIAN ARKEOLOGI DI KABUPATEN BANGLI


23 Oktober 2020, Balai Arkeologi melakukan peninjauan lapangan di dua lokasi di Kabupaten Bangli. Observasi yang dilakukan oleh Balai Arkeologi ini merupakan tindak lanjut undangan dari masyarakat melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bangli. Dua Lokasi yang di kunjungi yaitu Pura Merajan Agung Pakusara Desa Adat Serokadan, Desa Abuan, Kec. Susut, Kabupaten Bangli dan Pura Bukit Batu Madeg, Desa Bunutin, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli. Pura Merajan Pakusara  berada pada koordinat 8,47778 LS ; 115,33343 BT dengan ketinggian 357 mdpl, sedangkan pura Pura Bukit Batu Madeg terletak pada titik koordinat 8,52425 LS ; 115,34549 BT dengan ketinggian 221 mdpl. Kedua pura ini berjarak 5,3 km.

 

Dalam kegiatan ini, Balai Arkeologi Bali menerjunkan satu tim yang terdiri dari Drs. I Made Suarbhawa, Dra. Ni Komang Yudari, Gendro Keling S.S, M.Adan I Gede Awantara S.T.

 

Dari Observasi yang dilakukan di kedua pura ini, Pura pura-pura tersebut menyimpan beberapa tinggalan arkeologi berupa arca tokoh yang diidentifikasi bergaya pegambuhan dan diperkirakan berasal dari sekitar abad XVII-XVIII. Arca-arca pada masa periode ini digambarkan dengan posisi gerakan sedang menari. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat arca ada batuan jenis tufa atau di bali lebih dikenal dengan nama batu paras. Tinggalan arkeologi lain terdiri dari komponen bangunan, umpak, panil relief pemandangan, dan batu pipisan. Beberapa komponen bangunan masih digunakan untuk bangunan pelinggih, dan sebagian kecil di letakkan di sudut bangunan pura.

 

Ditulis oleh: Tim Penelitian