PENELITIAN ARKEOLOGI DI PURA LUHUR PELET PUPUAN

Saring Konten

PENELITIAN ARKEOLOGI DI PURA LUHUR PELET PUPUAN


Pura Luhur Pelet Pupuan secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Terletak pada koordinat -8,559349oLS dan 115,172257oBT, pada ketinggian 147,7 mdpl. Kegiatan penelitian penanganan kasus ini dilakukan berdasarkan undangan dari warga masyarakat melalui pengempon pura. Selain tim dari Balai Arkeologi Bali, turut juga diundang dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Kegiatan inventarisasi benda diduga cagar budaya di pura ini merupakan inisiatif dari pengempon pura, untuk melakukan penelitian yang kemudian mengundang peneliti dari Balai Arkeologi Bali, dan petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali. Terdapat Bangunan Kolam, Bale Kulkul dan Candi Bentar pada NIsta Mandala dan Kori Agung pada Madia Mandala. Kegiatan observasi dilakukan oleh tim dari Balai Arkeologi Bali, Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, dengan melakukan pengukuran, pencatatan, wawancara, dan pendokumentasian objek-objek yang diduga merupakan cagar budaya di Pura Luhur Pelet Pupuan. Pada Pelinggih Sambiangan Ratu Gede terdapat tulisan 1806 (tahun saka) atau 1943 Masehi. Menurut informasi warga, tulisan ini dibuat saat pembangunan palinggih tersebut.

 

Pada palinggih Ida Ratu Saren Kaja, terdapat empat buah arca pada masing-masing sudut berupa arca yang memperlihatkan alat genital. Arca-arca tersebut berfungsi sebagai penolak bala selain juga merupakan berciri tradisi megalitik. Arca dengan gaya atau ciri seperti ini dapat pula dijumpai di Pura Dalem Masceti - Buruan Gianyar. Dari hasil kajian sementara, pura ini didirikan pada sekitar Abad XIX-XX Masehi. Namun sebelum perkembangan bangunan pelinggih yang ada sekarang, dahulu diduga jumlah palinggih tidak sebanyak sekarang. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa buah batu alam (andesit) yang ditempatkan pada palinggih Ratu Sedan Agung dan Palinggih Ida Ratu Ngurah Korya. 

 

Ditulis oleh: I Wayan Sumerata dan I Putu Yuda Haribuana