PENELITIAN KEPURBAKALAAN DI DESA AAN, KLUNGKUNG

Saring Konten

PENELITIAN KEPURBAKALAAN DI DESA AAN, KLUNGKUNG


Pada tanggal 9 maret dan 5 mei 2021, tim Balai Arkeologi melakukan peninjauan kepurbakalaan di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Penelitian dilakukan di 4 situs yaitu Pura Puseh Swata, Pura Sila Majemuh, Gua Bangkongan dan Pura Penataran Gunung Kawi. Pura Puseh Swata terletak di Dusun Peken, Desa Aan. Pura ini berada di tengah sawah, sekitar ±300 meter dari Setra Adat Aan. Di dalam pura terdapat sekumpulan arca yang disimpan dalam sebuah pelinggih arca, yaitu arca lingga, arca perwujudan dan arca ganesha. Selanjutnya terdapat juga beberapa buah batu alam dan lesung yang diletakkan di sebuah pelinggih terbuka (pelinggih ketungan). Pura Sila Majemuh masih terletak di Dusun Peken. Di dalam pura terdapat tiga buah batu alam yang diletakkan di atas pelinggih beratap. Adapun batu alam tersebut yaitu Batu alam pertama berukuran paling kecil, dengan bentuk tidak beraturan. Batu alam kedua berbentuk silinder, makin ke atas makin mengecil. Batu alam ketiga berbentuk segi delapan, kondisi pecah di bagian bawah. Gua Bangkongan terletak di Dusun Sengkiding Desa Aan. Gua ini terletak di lokasi yang cukup terjal dekat dengan areal persawahan. Keberadaan gua ini berkaitan dengan legenda Penari rejang yang hilang diculik oleh raksasa dan dibawa ke gua ini.  Raksasa tersebut akhirnya dibunuh oleh Ki Pasek dengan keris. Masyarakat percaya bahwa keris tersebut masih tersimpan sampai saat ini di Pura Pasek Gelgel. Pura Penataran Gunung Kawi terletak di Dusun Suwela Giri Desa Aan. Pura ini sesungguhnya terdiri dari dua pura yaitu Pura Penataran dan Pura Gunung Kawi. Adapun tinggalan arkeologi di pura ini yaitu batu alam dan fragmen arca yang terdiri dari arca perwujudan dan arca catur muka. Sebagian besar arca berupa fragmen-fragmen dengan kondisi aus.

 

Ditulis oleh: Ni Putu Eka Juliawati