PENELITIAN PRASASTI DI PURA DADIA TAMAN MAGENDA KARANGASEM

Saring Konten

PENELITIAN PRASASTI DI PURA DADIA TAMAN MAGENDA KARANGASEM


Penelitian ini dilakukan atas undangan masyarakat pengempon Pura Dadia Taman Magenda, pada tanggal 24 Pebruari 2021. Dalam penelitian ini terdapat dua cakep prasasti lontar, satu lempeng prasasti tembagawasa yang cukup lebar, dan satu cakep prasasti tembaga.   

 

Prasasti lontar masing-masing berjumlah 15 lembar, ditulis dengan aksara Bali dan bahasa Kawi Bali. Lontar ini berukuran panjang 28cm; lebar 3 cm dan 41 cm ; lebar 3 cm.

 

Prasasti tembaga yang cukup lebar dengan ukuran panjang 40,8 cm; lebar 8,5 cm; tebal 0.02 cm. Prasasti ini ditulis dengan aksara Bali dengan bahasa Kawi Bali, serta pada masing-masing halaman terdapat tujuh hingga delapan baris. Sedangkan satu cakep prasasti tembagawasa berjumlah enam lempeng berukuran panjang 30,5 cm; lebar 3cm; tebal 0.03 cm, ditulis menggunakan aksara Bali dan bahasa Kawi Bali, masing-masing halaman terdiri atas empat baris. Beberapa bagian dari prasasti ini sudah mengalami kerusakan akibat usia, yakni aksaranya ditutupi patina, dan beberapa bagiannya tidak ditutupi patina tetapi goresan aksaranya yang sudah pudar sehingga sulit dibaca. Untuk membersihkan permukaan lempeng tembaga yang tertutup patina agar aksaranya dapat dibaca dilakukan konservasi, untuk melepaskan patina tersebut.   

 

Prasasti lempeng tembaga besar merupakan “piagem” yang secara umum berisikan tentang pangeling-eling agar masyarakat Bali selalu melakukan puji syukur dan persembahan terhadap pura yang ada di lereng Gunung Agung yaitu, Pura Besakih. Prasasti tembaga wasa kecil berisikan tentang cerita kedatangan Mpu Kuturan ke Bali hingga mengunjungi beberapa tempat seperti Padang, Bedulu, hingga Besakih.  Sedangkan 2 cakep prasasti lontar masih dilakukan pembacaan oleh tim dari penyuluh bahasa Bali Kabupaten Karangasem. Semua prasasti tersebut tersimpan di Pura Dadia Taman Magenda.

 

Adapun tim Balai Arkeologi Bali  yang terlibat dalam penelitian ini adalah, Drs. I Gusti Made Suarbhawa, I Nyoman Rema, S.S, M. Fil.H, I Wayan Sumerata, S.S, dan Made Agus Putra Wijaya, S.Sn. Selain itu, hadir pula Kepala Bidang Kebudayaan dan Kasi Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem, dan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Karangasem.

 

Untuk melihat detail foto lainnya, silahkan kunjungi galeri foto kami.