PENELITIAN PRASASTI LONTAR MRAJAN AGUNG SATRYA TAMAN BALI, MAHAGOTRA TIRTA HARUM, GRIA JELIJIH

Saring Konten

PENELITIAN PRASASTI  LONTAR MRAJAN AGUNG SATRYA TAMAN BALI, MAHAGOTRA TIRTA HARUM, GRIA JELIJIH


Tim Balai Arkeologi Bali pada tanggal 20-21 Maret 2021 melaksanakan penelitian naskah prasasti (babad) atas undangan warga Mrajan Agung Griya Gede Jelijih yang beralamat di Jl. Raya Denpasar Gilimanuk, Br. Jelijih Tengah, Desa Megati, Kec. Selemadeg Timur, Kab. Tabanan. Prasasti ini ditulis di atas lembaran daun lontar, berjumlah 74 lembar, menggunakan aksara Bali, dengan bahasa Kawi Bali. Penelitian ini dilaksanakan diawali dengan pengukuran, pendokumentasian, alih aksara, alih bahasa, dan terakhir disajikan berbentuk laporan hasil penelitian. Naskah ini berisikan informasi tentang asal mula, perjuangannya dan penyebaran keturunan Ksatria Taman Bali di Bangli hingga sampai di Tabanan yang sekarang secara administrasi berada di Br. Jelijih. Isi naskah ini sangat penting diketahui dan dipahami karena di dalamnya terdapat berbagai nasihat leluhur yang patut didalami oleh  keturunan ksatria Taman Bali. Berbagai nasihat tersebut terkait dengan pentingnya meningkatkan rasa percaya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus berbakti kepada leluhur, menjaga kerukunan dan meneladani nilai perjuangan leluhur. Pada bagian akhir naskah ini diuraikan mengenai kewajiban melaksanakan Atiwa-tiwa atau upacara Pitra Yadnya, lengkap dengan pemakaian kajang, racadana, kakreb sari, dan lain-lain, nista, madya, utama.

 

Ditulis oleh: I Gusti Made Suarbhawa, Wayan Sumerata, Nyoman Rema, dan Luh Suwita Utami