PENELUSURAN KRONOLOGI SEJARAH SITUS PURA GELANG AGUNG BANJAR BUANGGA, DESA GETASAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG

Saring Konten

PENELUSURAN KRONOLOGI SEJARAH SITUS PURA GELANG AGUNG  BANJAR BUANGGA, DESA GETASAN,  KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG


Penelitian arkeologi yang dilaksanakan di Situs Pura Gelang Agung  Banjar Buangga, Desa Getasan,  Kecamatan Petang, Kabupaten Badung yang dilaksanakan pada tahun 2019 merupakan penelitian tahap ke VII. Kegiatan penelitian tahun ini difokuskan pada dua kegiatan yaitu kegiatan ekskavasi dan survei ikonografi di Kecamatan Petang. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data berkaitan dengan penelusuran kronologi sejarah Situs Pura Gelang Agung. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya khasanah ilmu arkeologi dan informasi tentang kekayaan sejarah dan budaya Bali. Hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Pemda Kabupaten Badung dalam upaya pelestarian dan perlindungan terhadap cagar budaya.

 

Kegiatan ekskavasi dilaksanakan di Situs Pura Gelang Agung dengan membuka tiga buah kotak ekskavasi yaitu  kotak ekskavasi U4B6, U7T8 dan U9B2.  Pembukaan kotak ekskavasi ini dalam usaha mencari terusan dari temuan selasar yang ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya dan perkiraan adanya salah satu lainnya sudut dari struktur  selasar sebagaimana sudut yang telah ditemukan pada tahun 2017. Selain itu pembukaan kotak ekskvasi juga diharapkan dapat memberikan data lainnya terkait temuan struktur bangunan seperti fragmen batu padas yang mungkin bagian atau reruntuhan dari bangunan kuna dan stratigrafi tanah yang dapat dijadikan indikator pertanggalan relative situs. Hal ini dilakukan karena tidak adanya sumber-sumber tertulis terkait Situs Pura Gelang Agung.

 

Kegiatan survei ikonografi dilakukan pada beberapa pura yaitu Pura Puseh Kangin Desa Carangsari, Pura Rambut Siwi Desa Getasan, Pura Puseh Desa Getasan, Pura Desa Kiadan, Pura Bukit Kiadan dan Pura Pucak Pegametan Desa Sulangai. Survei ikonografi ini bertujuan untuk analisis komperatif terhadap tinggalan arca yang ada di Situs Pura Gelang Agung.

 

Berdasarkan hasil penelitian Situs Pura Gelang Agung yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 dari kegiatan ekskavasi dan survei ikonografi yang dilakukan di beberapa pura di Kecamatan Petang,   dapat disimpulkan beberapa hal.

 

Perkiraan keberadaan salah satu sudut dari temuan selasar, yang diperkirakan berada di kotak ekskavasi U7T8 pada penelitian tahun ini tidak ditemukan. Perkiraan bentuk bangunan dianalisis berdasarkan temuan-temuan struktur dari hasil penelitian tahun lalu. Bangunan berdasarkan temuan setruktur adalah berupa bangunan suci berbahan batu padas dengan bentuk segi empat dengan ukuran memiliki luas dasar bangunan sekitar 6,12 x 6,12 meter persegi dan sebuah selasar yang belum dapat diduga luasannya. Bangunan suci ini menghadap kea rah barat, dengan anak tangga berada di sisi barat bangunan. Ditemukannya beberapa fragmen batu padas berbentuk peresegi yang sudah mendapat perlakukan seperti takikan dan goresan. Fragmen batu padas ini memperkuat dugaan tentang adanya sebuah bangunan di Situs Pura Gelang Agung.

 

Berdasarkan temuan gerabah pada kotak ekskavasi U4B6 yang berupa fragmen pedupaan dan fragmen wadah air suci, yang merupakan salah satu kelengkapan dalam upacara, di duga aktivitas keagamaan telah dilakukan di tempat ini.  Selain itu pada tahun sebelumnya ditemukan pula beberapa artefak lainnya berupa uang kepeng, logam berwarna kuning, dan permata yang diduga merupakan hiasan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Situs Pura Gelang Agung telah berkembang dan maju sehingga dapat membangun tempat ibadah dan melakukan aktivitas keagamaan di situs ini.

 

Berdasarkan hasil survei ikonografi di beberapa pura di kecamatan Petang untuk mencoba menganalisa kronologi sejarah dari situs itu, dapat dinyatakan bahwa tidak ada kesamaan ikonografi antara tinggalan arkeologi di situs Pura Gelang Agung dengan di beberapa pura lainnya. Sebaran tinggalan arkeologi di Kecamatan Petang berasal dari abad ke 11 Masehi hingga abad ke 14 Masehi.

 

Situs Pura Gelang Agung secara kronologi berdasarkan analisis arca dan analisis stratigrafi yang dihasilkan dari kegiatan ekskavasi, dapat diduga situs ini telah berkembang dari abad 11 Masehi. Hal ini berarti bahwa masyarakat di sikitar situs telah melakukan aktivitas dan berkembang dengan pesat pada abad tersebut atau mungkin sebelumnya.

 

Ditulis oleh: Luh Suwita Utami