PENGHUNIAN PULAU NUSA PENIDA SEBAGAI JALUR MIGRASI KE WALLACEA

Saring Konten

PENGHUNIAN PULAU NUSA PENIDA SEBAGAI JALUR MIGRASI KE WALLACEA


Hasil penelitian Song Gede sejak tahun 2001 hingga saat ini telah menghasilkan temuan arkeologis berupa artefak, ekofak dan fitur yang menjadi data bahwa Situs Song Gede dihuni secara intensif dan memiliki peranan yang penting dalam penghunian manusia di pulau ini. Lokasi Pulau Nusa Penida berada di ujung Paparan Sunda pada masa lalu, dan berbatasan langsung dengan garis wallacea. Garis Wallacea yang melintang melewati selat Lombok yang merupakan batas antara Paparan Sunda dan Wallacea penting dalam proses migrasi manusia masa lalu dari Paparan sunda menuju Wallacea atau sebaliknya.

 

Hasil ekskavasi yang dilakukan di Situs Song Gede pada tahap ini pada Kotak U6T6, telah mencapai kedalaman 310 cm. Pada kedalaman ini, sedimen sudah terkongkresi (mengeras karena terlapisi oleh air yang mengandung kapur), namun lapisan ini masih sangat banyak mengandung ekofak maupun artefak khususnya alat serpih Penemuan satu buah gigi seri atas manusia di lapisan ini juga sangat signifikan dalam menentukan keberadaan manusia pendukung di Situs Song Gede.

 

Berdasarkan dari hasil pengamatan stratigrafi sementara, diperkirakan usia dari sedimen ini cukup tua, melebihi 8.800 ±50 ribu tahun (GGD-U11-D7-sp 22PG) yang lalu (kronologi tertua Gua Gede dari K.III). Hasil dari pertanggalan dari laboratorium yang akan dilakukan akan memberikan kronologi yang lebih mendekati pasti. Melihat intensitas jumlah temuan arkeologis yang semakin padat pada akhir ekskavasi dilakukan, sangat penting untuk dilakukan pendalaman kotak pada penelitian berikutnya untuk melihat kemungkinan keberadaan lapisan yang mengandung artefak ekofak dari sisa aktifitas manusia yang lebih tua dari kronologi di atas yaitu pada masa awal holosen atau paleolitik.

 

Penemuan satu buah gigi geraham manusia di Kotak S2T5, pada spit 15 (80 cm) juga dapat memberikan informasi mengenai manusia pendukungnya. Berdasarkan dari konteks temuan lainnya, molar ini dapat mengungkap manusia pendukung situs Song Gede khususnya masa neolitik. Penemuan molar di kotak  S2T5, berada pada lapisan yang sama pertanggalan yang dilakukan pada tahun 2002 dengan konteks temuan berupa beliung, yang berasal dari masa 3.800 ±25 BP.

 

Hasil survey pada penelitian tahap ini memberikan hasil yang cukup baik, dengan mengidentifikasi beberapa gua di Pulau Nusa Penida bagian tenggara pulau di sekitar lingkungan Situs Song Gede. Berdasarkan dari bentang alam Pulau Nusa Penida yang merupakan Kawasan karst, tentunya masih banyak terdapat gua lainnya di wilayah tengah ataupun barat pulau. Hal ini perlu ditindak lanjuti kembali untuk disurvei.

 

Hasil survey dan testpit yang dilakukan di Song Merarik di Desa Suana menunjukkan adanya sisa aktifitas manusia yang cukup intensif, dengan penemuan artefak dan ekofak yang cukup beragam. Hal ini juga perlu ditindak lanjuti dengan melakukan ekskavasi pada penelitian tahap selanjutnya.

 

Kronologi penghunian situs gua gede yang diperoleh pada tahap ini masih menunggu hasil pertanggalan dari hasil analisis C14 dan OSL yang dilakukan. Diharapkan dapat menambah hasil pertanggalan situs Song Gede, sehingga lebih mendekati kepada kronologi yang sebenarnya. Diharapkan situs Song Gede dapat mengungkap kronologi pada masa akhir pleistosen di Pulau Nusa Penida, sehingga dapat memahami proses penghunian dan perkembangan persebaran manusia di Indonesia bahkan Asia tenggara.

 

Ekskavasi sangat perlu untuk dilanjutkan agar dapat mengungkap kronologi lebih jauh proses penghunian situs ini sehingga dapat mengungkap lebih banyak kehidupan pada masa lalu di wilayah Nusa Penida. Selain itu juga perlu dilakukan tindak lanjut terhadap hasil survey di gua lain yang berpotensi sebagai hunian untuk memberikan data baru lainnya dalam rangka memahami proses penghunian di Pulau Nusa Penida, dan sekitarnya.

 

Ditulis oleh: I Dewa Kompiang Gede