SITUS PURA GELANG AGUNG - 2018

Saring Konten

SITUS PURA GELANG AGUNG - 2018


Situs Pura Gelang Agung, sejak tahun 2013 mendapat perhatian dari Balai Arkeologi Bali untuk diteliti berkaitan dengan penelitian arsitektur. Berdasarkan tinggalan arkeologi yang tersimpan di situs ini yang berupa arca Dewa Wisnu diatas Garuda, Arca Ganesha, Lingga dan fragmen bangunan seperti jaladwara atau jalan air dan ambang pintu, diperkirakan bahwa di situs ini pernah berdiri sebuah bangunan suci keagamaan yang dimanfaatan oleh masyarakat sekitarnya. Dugaan akan adanya bangunan suci diperkuat dengan bentuk penampang arca dewa Wisnu yang tampak pernah tertanam atau diletakkan pada suatu bangunan.

 

Penelitian di situs Pura Gelang Agung pada tahun 2018 ini telah memasuki kegiatan yang ke enam, dengan menerapkan metode ekskavasi, peneliti dari Balai Arkeologi Bali melakukan penelitian dengan membuka tiga buah kotak ekskavasi yang berada di luar tembok penyengker pura. Dimana kotak ekskavasi ini dibuka untuk mencari keberlanjutan dari temuan berupa struktur bangunan berbahan batu padas yang sudah ditemukan pada tahun 2013-2017, agar diperoleh data yang lebih banyak terkait dengan temuan struktur di Situs Gelang Agung. Kegiatan penelitian berlangsung dari tanggal 8 Oktober-23 Oktober 2018 di Situs Pura Gelang Agung, Dusun Buangga, Desa Getasan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Kegiatan diawali dengan FGD yaitu Forum Group Discussion yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2018 di kantor Perkebel Getasan, melibatkan tokoh masyarakat dan narasumber Prof. Dr. I Wayan Ardika. Kegiatan FGD dimaksudkan untuk menjaring informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat yang berada di lingkungan terdekat dari situs terkait keberadaan Situs Pura Gelang Agung. Diakhir kegiatan penelitian dilaksanakan kegiatan diseminasi pada tanggal  20 Oktober 2018, bertempat di kantor  mengundang masyarakat, tokoh masyarakat dan anak sekolah. Penelitian di Situs Pura Gelang Agung melibatkan peneliti dari Balai Arkeologi Bali, masyarakat di Dusun Buangga dan didampingi oleh tenaga ahli arsitektur dari Universitas Udayana  Dr. Eng. I Wayan Kastawan, ST., MA.

 

Hasil penelitian pada tahun 2018 ini adalah ditemukan kembali keberlanjutan temuan struktur bangunan berbahan batu padas pada sisi timur Pura Gelang Agung, dengan kedalaman 230 cm dari permukaan tanah. Posisi struktur bangunan melintang dari arah utara ke selatan, tampak merupakan struktur batu padas yang tersusun dengan rapi. Sedangkan pada sisi utara tembok pembatas Pura Gelang Agung juga ditemukan reruntuhan bangunan berbahan batu padas. Temuan artefak dari penelitian ini tidak diangkat, struktur dibiarakan di posisi semula kemudian ditimbun kembali dengan sebelumnya diberikan pelindung untuk menghindari kerusakan dari temuan struktur yang sudah ditemukan. Selain temuan struktur tersebut, ditemukan pula sejumlah pecahan gerabah dan satu buah uang kepeng yang belum dapat diidentifikasi karena kondisi temuan yang dipenuhi karat. Dengan ditemukannya terusan struktur bangunan ini, dapat diduga bahwa di Situs Pura Gelang Agung pernah berdiri suatu bangunan suci keagamaan berbahan batu padas dengan bentuk dasar bangunan persegi empat, dilengkapi dengan saluran air yang erat kaitannya dengan pemujaan kepada Dewa Wisnu.

 

Ditulis oleh: Luh Suwita Utami